Home » » OPINI

OPINI

GURU BUKAN TERORIS
oleh: T.Yulianto

Penyelenggaraan Ujian Nasional bagi siswa SMA/SMK pertengahan april 2008 kembali memunculkan banyak persoalan yang sifatnya teknis dan non teknis. salah satu persoalan yang mencuat ke permukaan adalah praktek kecurangan UN.
kecurangan dalam UN nampak dari terbongkarnya kasus pembocoran soal dan kunci jawaban UN, perbantuan jawabankepada siswa, hingga jual-beli kunci jawaban. Ironisnya kecurangan dalam UN banyak melibatkan oknum guru.

Menyikapi praktek kecurangan dalam UN, pemerintah
(depdiknas) bekerjasama dengan aparatus kepolisian melakukan upaya preventif hingga represif. Tidak mengherankan banyak oknum guru yang terbukti melakukan praktek kecurangan ditangkap oleh jajaran kepolisian. memang UN selalu menjadi masalah didalam atmosfer pendidikan nasional. UN yang diharapkan menjadi tolok ukur peningkatan mutu pendidikan nasional justru menjadi "simalakama" politik pendidikan. produk UN tidak secara otomatis mampu mendongkrak mutu pendidikan nasional.Tindakan tegas pemerintah yang memberantas kecurangan
dalam UN memang patut diapresiasi. namun ada 'segudang" penyesalan dari berbagai kalangan terhadap metode represif yang dilakukan aparat keamanan. Dimana pelaku kecurangan dalam UN seperti dipolitisasi sebagai aktor kriminalitas.bahkan dianggap seperti pelaku terorisme, dengan turunnya tim DENSUS 88 anti teror dalam meredam praktek kecurangan dalam UN. Tidak mengherankan akhirnya tumbuh opini publik, bahwa guru dan pelaku kecurangan UN disamakan posisinya dengan aktor terorisme. Guru diidentikkan menjadi "teroris" yang dianggap melanggar konstitusi/ideologi negara dan akhirnya dijadikan pesakitan.

untuk lebih lengkap Baca majalah GENTA edisi 100

Share this video :

2 komentar:

JOGJA creative mengatakan...

Fotone kaya cowboy amerika, kok gak numpak jaran mas?

Megan Fox mengatakan...

bolehngeblog.blogspot.com

UN itu harus dihadapi. bukan untuk dihindari. masalah penilaian UN yang menjadikan faktor kelulusan siswa, bukankah sejak zaman dulu juga emang dah gitu. siswa jangan manja, tapi harus belajar ekstra keras (kalo perlu bimbel), daripada lulus karena "kasihan orang lain" yang menyebabkan siswa jadi pengangguran atau kuliah di tempat2 yang ya...gitu lah...

 
Support : Creating Website | GENTAMAG Template | GENTAMAG
Copyright © 2014. GENTA - All Rights Reserved
Template Created by Jajak Ary Nugroho Proudly powered by Jari Animation Solo